ABOUT
Kedai Nasi Uduk 88 Brebes Berhias yang tidak buka di pagi hari, tetap laris pada siang dan malam hari.
Nasi Uduk 88 Brebes Berhias pertama kali dijajakan di Jakarta pada 1989 oleh orang tua dari pemilik kedai saat ini, Tasimun. Ia meneruskan usaha orang tuanya pada 1998 dan saat itu pula kedai ini pindah ke Jalan Abdurrahman Saleh No 45 Bandung sampai sekarang.


Tasimun mengaku, sejak pertama dijajakan hingga kini, nasi uduknya tidak pernah mengecewakan pelanggan berkat kualitas rasa yang terus dijaga. “Pelanggan di sini cocok sama rasanya. Harganya juga standar, jadi merakyat,” ujarnya
​
Baik bebek, lele, ayam, maupun burung dara yang dihidangkan, tidak mantap jika tidak disantap dengan sambal.
Nah daya tarik kedai ini adalah sambalnya yang segar dan pedasnya pas.
​
“Konsumen banyak yang ngomong sambalnya beda sama orang lain. Jadi, mereka cocok sama sambalnya,” ucap Tasimun.
Dalam satu hari, sebanyak 200 potong daging bebek habis terjual. Jumlah daging ayam yang habis bahkan lebih banyak lagi, yakni 600 potong per hari.
​
“Kalau burung dara kami enggak banyak, cuma 30 ekor, karena carinya susah,” ujarnya.
​
Nasi Uduk 88 Brebes Berhias dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 10.30 hingga 24.00.
​
“Alhamdulillah saya dikejar sama konsumen dari seluruh Bandung lah. Weekend kadang ada dari Jakarta atau Bogor,” ujar Tasimun.